This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Selasa, 24 Maret 2015

PERUBAHAN KEBUDAYAAN


Perubahan Kebudayaan

Masyarakat adan kebudayaan dimanapun selalu dalam keadaan berubah. Tak ada kebudayaan yang statis, semua kebudayaan mempunyai dinamika dan gerak. Terjadinya gerakan perubahan kebudayaan disebabkan oleh :
1.    Perubahan jumlah penduduk 
2.    Perubahan lingkungan hidup

Perubahan ini, selain karena jumlah penduduk dan komposisinya, juga karena adanya disfungsi kebudayaan, penemuan-penemuan baru, khususnya teknologi dan inovasi.
Perubahan sosial dan perubahan kebudayaan bebeda. Perubahan sosial adalah segala perubahan pada lembaga-lembaga kemasyarakatan di dalam suatu masyarakat. Sedangkan perubahan kebudayaan atau akulturasi terjadi bila ada suatu kelompuk manusia dengan kebudayaan tertenru dihadapkan pada unsur-unsur suatu kebudayaan asing yang berbeda sedemikian rupa.
Proses aklultuasi di dalam sejarah kebudayaan terjadi dari massa silam. Biasanya, suatu masyarakat hidup bertetangga dengan masyarakat- masyarakat lainnya. Pasa saat itulah unsur-unsur masing-masing kebudayaan menyusup. Beberapa masalah yang meyangkut proses tadi ialah :
A.     Unsur-unsur kebudayaan asing manakah yang mudah diterma, diantaranya: 
       •     Unsur kebendaan 
       •     Unsur yang terbukti membawa manfaat besar
       •     Unsur yang mudah disesuaikan dengan keadaan masyarakat 

B.    Unsur-unsur kebudayaan asing manakan yang sulit diterima 
        •     Unsur yang menyangkut sistem kepercayaan seperti ideologi. 
        •     Unsur yang dipelajari pada taraf pertama proses sosialisasi. 

C.    Individu-individu manakah yang cepat menerima unsur-unsur baru
D.    Keterangan-keterangan apakah yang timbul sebagai akibat akilturasi tersebut.

faktor yang Mempengaruhi Diterima atau Tidak Unsur Kebudayaan Baru : 
         •      Terbatasnya masyarakat memiliki hubugan atau kontak 
         •      Pandangan hidup dan nilai-nilai yang dominan
         •      Sebelumnya sudah ada unsur-unsur kebudayaan yang menjadi landasan 
         •      Dapat dengan mudah dibuktikan kegunaannya oleh warga masyarakat 
         •      Hakekat hubugan manusia : mementingkan hubungan antar manusia baik vertikal   
                 maupun horizontal

ORIENTASI NILAI KEBUDAYAAN

Orientasi Nilai Kebudayaan

 

Kebudayaan sebagai karya manusia memiliki sistem nilai. Secara universal menyangkut lima masaalh pokok kehidupan manusia, yaitu:
•      Hakekat hidup manusia : hakekat hidup untuk setiap kebudayaan berbeda secara eksterm
•      Hakekat karya manusia : setiap kebudayaan hakekatnya berbeda-beda untuk hidup kedudukan, gerak hidup untuk menambah karya
•      Hakekat waktu manusia : hakekat waktu untuk setiap kebudayaan berbeda, masa lalu atau mas kini
•      Hakekat alam manusia : ada kebudayaan yang menganggap manusia harus mengeksploitasi alam ada juga yang harus menyatu dengan alam

WUJUD - WUJUD KEBUDAYAAN

      Menurut dimensi wujudnya, kebudayaan mempunyai tiga wujud yaitu:
1.             Kompleks gagasan, konsep dan pikiran manusia : wujud ini disebut sistem budaya, sifatnya abstrak, tidak dapat dilihat dan berpusat pada kepala-kepala manusia yang menganutnya.
2.             Kompleks aktivitas : berupa aktivitas manusia yang saling berinteraksi, bersifat kongkret, dapat diamati atau diobservasi.
3.             Wujud sebagai benda : aktivitas manusia yang saling berinteraksi tidak lepas dari berbagai penggunaan peralatan sebagai hasil karya manusia untu mencapai tujuannya.

UNSUR - UNSUR KEBUDAYAAN

Unsur Unsur Kebudayaan

Yang dimaksud dengan unsur disini adalah apa saja sesungguhnya kebudayaan itu, sehingga kebudayaan disini lebih mengandung makna totalitas dari pada sekedar penjumlahan unsur-unsur yang terdapat didalamnya.
Unsur – unsur kebudayaan universal :
  • Sistem religi : produk manusia sebagai homo religius.
  • Sistem organisasi kemasyarakatan : produk dari mausia sebagai homo socius.
  • Sistem pengetahuan : produk manusia sebagai homo sapiens.
  • Sistem mata pencaharian hidup dan sistem-sistem ekonomi : produk manusia sebagai homo economicus.
  • Sistem teknologi dan peralatan : produk manusia sebagai homo faber.
  •    Bahasa : produk manusia sebagai homo loguens.
  •  Kesinian : produk manusia sebagai aesticus.
Kebudayaan dibedakan menjadi 2 wujud:
  • Kebudayaan Material
Kebudayaan material mengacu pada semua ciptaan masyarakat yang nyata, konkret. Termasuk dalam kebudayaan material ini adalah temuan-temuan yang dihasilkan dari suatu penggalian arkeologi: mangkuk tanah liat, perhisalan, senjata, dan seterusnya. Kebudayaan material juga mencakup barang-barang, seperti televisi, pesawat terbang, stadion olahraga, pakaian, gedung pencakar langit, dan mesin cuci.

  •  Kebudayaan Non Materia
Kebudayaan nonmaterial adalah ciptaan-ciptaan abstrak yang diwariskan dari generasi ke generasi, misalnya berupa dongeng, cerita rakyat, dan lagu atau tarian tradisional.

KEBUDAYAAN (PENGERTIAN & TOKOH)

kebudayaan jika dikaji dari asal kata bahasa sansekerta berasal dari kata budhayah yang berarti budi atau akal. Dalam bahasa latin, kebudayaan berasal dari kata colere, yang berarti menolah tanah. Jadi kebudayaan secara umum dapat diartikan sebagai segala sesuatu yang dihaslkan oleh akal budi manusia dengan tujuan untuk mengolah tanah atau tempat tinggalnya.
Menurut E.B Taylor (1871) Kebudayaan adalah kompleks yang mencakup pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat, dan kemampuan-kemampuan lain serta kebiasaan yang didapat oleh manusia sebagai anggota masyarakat.
Menurut C.A Van Peursen, kebudayaan diartikan sebagai manifestasi kehidupan setiap orang, dan kehidupan setiap kelompok orang-orang berlainan dengan hewan-hwan, maka manusia tidak hidup begut saja ditengan alam, melainkan mengubah alam.